4 Hal Remeh Penyebab Konflik Internal Keluarga Namun Dampak nya Membahayakan

Dalam bekeluarga, kita dituntut untuk menjadi suri tauladan terhadap anak. Namun, jika keluarga sering terjadi konflik, bagaimana akan memberikan contoh contoh yang baik kepada anak nya ? Oleh karena itu, anda harus tau apa penyebab konflik internal keluarga yang sering terjadi, jika sudah terjadi maka anda harus baca artikel ini hingga tuntas, karena kami juga akan membahas bagaimana cara menanggulangi nya jika konflik sudah terjadi.

Konflik Internal dalam keluarga antara suami dan Isteri bermula ketika ada perbedaan persepsi yg tidak diselesaikan secara tuntas.

Perbedaan persepsi itu bisa saja terkait dengan:

 1.Perilaku pasangan dlm memperlakukan pasangan yang menimbulkan sniping yaitu baik lelucon, Bahasa pernyataan tubuh dan atau yang lainnya, yang dapat menyinggung pasangan, Kemudian mudah menjudge pasangan dengan bahasa yang menyakitkan dan berulang tanpa minta maaf. Remeh kan ?? Namun, dampaknya sangat Bahaya.

 

2.Beda prinsip tentang banyak hal tanpa ada toleransi kedua belah pihak, hal ini terkait juga dengan: pola asuh anak, aturan di meja makan, urusan ranjang, mengatur keuangan, rencana keluarga jangka pendek, menengah dan jangka panjang, Masalah keluarga pasangan, adanya pihak ketiga dlm keluarga (mertua, saudara, ipar, pembantu, dan lain sebagainyaHati-hati mbak bro dan mas bro 🙂

 

3.Beda pola pikir karena beda Pendidikan, Status Sosial, suku bangsa, sehingga adanya self value yg tidak mudah disesuaikan diantara pasangan yg makin lama makin lebar jarak keduanya. Jangan sampai begini ya !

4.Pasangan sudah tidak perduli dengan kondisi rumah tangga, lebih sibuk dengan hobbynya, bisnisnya, dunia maya, game, narkoba, kariernya, dan sebagainya. Sehingga anak, rumah dan pasangan menjadi bukan prioritas lagi. Waduuh…

Belum lagi ketika pasangan terprovokasi oleh keluarga pasangan atau pihak ketiga yang secara sepihak dan tidak mengenal hubungan internal suami Isteri secara mendalam namun mampu memberikan penilaian secara sepihak yang merugikan pasangan atau juga karena sudah ada hubungan emosional pasangan dengan pihak lain bahkan sudah terlanjur jauh.

Dampak lain yang buruk bagi psikologi anaknya adalah suami isteri akan menampilkan perilaku yg ketus, kasar, kurang bersahabat, kering, membuat situasi rumah tangga menjadi tegang, kosong dan tidak kondusif bagi perkembangan jiwa anak.

Dan anak menjadi insecure, sulit berinteraksi dengan orang tua secara baik, penanaman nilai dan moral menjadi tidak berjalan maksimal, bahkan pada kasus yg ekstrim menimbulkan masalah serius bagi anak.

kondisi dilematis ini sudah sangat mengkhawatirkan dan merupakan lampu merah dalam perkawinan, Akhirnya sangat di perlu kan mediasi Psikolog profesional untuk mendudukkan persoalan secara proporsional dan mendampingi psikologis anak agar terhindar dari hancurnya mahligai rumah tangga akibat persoalan kecil yg tidak selesai dan berlangsung lama….

Mari kita bercermin buat buah hati tercinta……

 

BACA ARTIKEL LAINNYA:

Cara Mengajarkan Seksualitas kepada anak sejak dini

5 sikap orang tua yang dapat mempengaruhi psikologis anak anak

mengapa pemberdayaan SDM sangat diperlukan ?

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *