Cabe-Cabean, Banyak Yang Mencaci Mereka. Tapi Inilah Fakta Tentang Cabe-cabean Sebenarnya

Kalau Dibilang Cabe-cabean apa yang ada dibenak anda ? bisa dipastikan, Hampir rata-rata akan mempunyai image yang jelek. Ya kan ?

Banyak Sekali respon berwarna mengenai kelompok yang di cap cabe-cabean ini. mulai guyonan, cercaan, yang di tujukan pada kelompok ini.

Lalu, Sebenarnya ada apa dengan Cabe-cabean ini ? siapa mereka ? mengapa mereka berperilaku seperti itu ? Apakah hal ini wajar dalam ilmu psikologi ? Siapa Mereka ? Apakah semua remaja akan cenderung menjadi cabe-cabean ?

Menurut penelitian, remaja dimulai dengan perubahan biologis dari masa puberitas dan berakhir dengan asumsi dari tugas dan pekerjaan orang dewasa. Remaja juga merupakan waktu transisi yang melibatkan perubahan secara kognitif dan sosioemosional. Erikson (1968), berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa untuk mencari identitas ego, yaitu saat bagi mereka untuk mempertahankan kelanjutan dari apa yang mereka dapatkan dimasa lalu dan secara mental berkerja secara keras untuk mewujudkan kesatuan dari karakter.

Salah satu tugas perkembangan remaja menurut Havighurts (1972), adalah menerima kondisi fisik dan menggunakan tubuh secara efektif dan mencapai hubungan baru dan lebih dewasa dengan teman sebaya dari gender berbeda maupun sama.

Remaja cabe – cabean merupakan remaja dengan karakteristik seringkali menggunakan make up tebal dengan warna wajah dan leher yang berbeda jauh, menggunakan kaos ketat yang membentuk lekukan tubuh secara jelas, memakai celana ketat dengan warna yang mencolok atau bisa pula dengan memakai celana pendek ketat dengan warna pelangi, biasanya mengendarai sepeda motor dan senang menghadiri balap liar.

Bila dilihat dari teori diatas, ” cabe – cabean tidak bisa di kategorikan sebagai hal yang salah atau benar’. Cabe- cabean merupakan salah satu cara individu untuk mengekspresikan penerimaan kondisi fisik serta cara individu dalam menggunakan tubuhnya sendiri serta usaha guna mencapai hubungan baru yang lebih dewasa dengan teman sebaya.

Hal ini sendiri dilabel salah ketika busana yang digunakan memang bertabrakan dengan apa yang diyakini benar dalam tata cara berpakaian yang dipahami secara umum. Untuk mampu memahami ideologi serta norma dan nilai yang dianut lingkungan sosial memang merupakan salah satu tugas perkembangan remaja menurut Havighurts (1972), sehingga memang fenomena cabe – cabean ini tidak bisa diterima.

salah satu faktor kuat yang membuat fenomena cabe-cabean ini terjadi merupakan karena pengaruh teman sebaya. pada usia remaja, apa yang dipercayai oleh teman sebaya adalah merupakan hal yang sangat penting. maka tidak bisa di elakkan bahwa pengaruh lingkungan sangat berperan besar, dan ini harus menjadi PR untuk orang tua menjaga lingkungan dan mengawasi aktivitas mereka.

Ada Pepatah Minang Berkata ” Musang Kawan Awak, Jadi Musang Awak ” Artinya teman atau lingkungan bisa mempengaruhi anda. sama dengan anda berteman dengan tukang minyak wangi, otomatis anda akan wangi, jika anda berteman dengan tukang besi anda akan kecipratan bau besi. iya toh ? ini hanya perumpamaan loh ya, jangan anda ga akan mau berteman dengan mereka nanti nya.

Oke teman-teman terima kasih, semoga ada manfaat nya. Jangan lupa baca tulisan saya sebelumnya >>>> Pengaruh Media Massa Untuk Perkembangan Anak-anak

Carla Marhsa S.Psi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *