Glukosa dan pengaruhnya Terhadap Daya ingat Tua dan Muda

Glukosa dan Pengaruhnya Terhadap Daya Ingat

Waktu Demi waktu seseorang akan menjadi tua, bertambahnya angka usia pun menunjukkan bahwa semakin berkurang pula fungsi dari bagian fisik dan mental. Namun, ternyata menjadi tua juga memiliki keuntungan, khususnya dalam positive mood dan emotional well-being, jika dibandingkan dengan orang yang lebih muda (dalam artikel ini dibandingkan antara yang tua dan anak muda ). Sayangnya, positive mood pada orang tua ini tidak selamanya berlaku jika dalam kondisi yang mengharuskan untuk menjalankan beberapa kegiatan dalam satu waktu (multitasking).

Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian terkait masalah tersebut untuk mencari booster agar tetap mengingat hal yang positif meskipun sedang melakukan beberapa kegiatan.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Mantantzis, Schlaghecken, dan Maylor pada 2017 lalu  yang telah dipublikasikan dalam Psychology and Aging, menemukan bahwa glukosa ternyata mampu membantu yang lebih berumur untuk tetap memikirkan informasi yang positif meskipun mendapatkan tugas yang lebih tinggi dari biasanya.

Glukosa adalah energi utama yang dapat membantu fungsi otak, dan meskipun dalam dosis yang kecil glukosa dapat meningkatkan fungsi kognitif. Para peneliti tersebut memprediksi bahwa glukosa dapat mempertahankan informasi positif para older adults meskipun sedang melakukan beberapa tugas. Prediksi tersebut muncul dari hasil uji coba mereka terhadap beberapa partisipan yang terdiri dari young adults dan older adults. Mereka diberi minuman yang mengandung glukosa sebelum menghafal beberapa kata yang terdiri dari kata positif dan negatif. Sebagian partisipan diberi 1 tugas, sedangkan sebagian lainnya diberi tugas tambahan. Setelah itu, semua partisipan diminta untuk menyebutkan ulang kata sebanyak mungkin dari tugas yang telah diberikan.

Hal yang menarik dari penelitian ini adalah cara glukosa itu sendiri dimanfaatkan. Dimana para anak muda menggunakan glukosa untuk meningkatkan fungsi otaknya agar dapat mengingat informasi sebanyak mungkin, baik kata yang positif maupun yang negatif. Sedangkan yang berumur, menggunakan glukosa untuk meningkatkan fungsi otaknya agar dapat lebih selektif memilih informasi yang positif, daripada mengoptimalkan performa ingatan mereka sendiri. dituturkan oleh ibu linda,s psi dari biro psikologi marsha puntadewa, untuk kebutuhan daya ingat yang baik maka perlu asupan dan gaya hidup yang baik dan sehat untuk yang muda maupun tua selain dari glukosa. (Windy)

 

Sumber:

http://www.apa.org

 

baca juga:

4 hal remeh penyebab konflik internal keluarga

5 dampak buruk jika suka nnton film porno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *