Psikologi dan Psikiatri, Apa Persamaan dan Perbedaannya ?

Psikologi dan psikiater memang sama-sama mempelajari tentang jiwa, namun memiliki perannya masing-masing. Sayangnya, hal ini sering diabaikan dan banyak orang yang salah tujuan ketika membutuhkan bantuan masalah ‘jiwa’ ini. Lantas apa persamaan dan perbedaan sebenarnya dari kedua bidang tersebut?

Baca Juga:

Psikologi mempelajari perilaku manusia secara umum dalam hubungannya dengan lingkungan. Bidangnya pun terbagi lagi, salah satunya psikologi klinis untuk menangani masalah yang muncul akibat gangguan kejiwaan. Teknik-teknik yang digunakan dalam psikologi antara lain observasi, konsultasi, konseling, dan psikoterapi. Ilmu psikologi tentu didapat dari pendidikan yang ditempuh di fakultas psikologi tingkat sarjana sampai pascasarjana (master dan doktor). Metode penelitian eksperimental psikologi membutuhkan kelompok eksperimen untuk uji coba, sedangkan observasi ilmiah hanya melakukan pengamatan terhadap objek yang sedang diamati secara spontan. Untuk menjadi seorang psikolog, seseorang harus menempuh pendidikan  profesi psikolog terlebih dahulu setelah menyelesaikan pendidikan psikologi tingkat sarjana.

Sedangkan psikiatri merupakan cabang dari ilmu kedokteran yang khusus mempelajari penyakit kejiwaan. Tugas utamanya adalah mengobati orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut dengan teknik pengobatan medik. Meskipun sebenarnya psikiatri juga mempelajari faktor sosial dan kebudayaan yang mempengaruhi gangguan kejiwaan tersebut. Untuk menjadi seorang psikiater, seseorang harus menempuh pendidikan kedokteran dan dilanjutkan dengan spesialisasi kedokteran jiwa selama beberapa tahun.

Lalu apa perbedaan yang mencolok antara dua bidang dan dua profesi ini? Psikolog merupakan orang yang tepat sebagai tempat untuk konsultasi terkait masalah sosial, membantu memberikan solusi sesuai dengan ilmu yang dimiliki dan pengalamannya. Sedangkan psikiater, karena berkaitan dengan penyakit maka salah satu tindakan medik yang dilakukan adalah dengan memberikan obat sesuai dosisnya, contohnya pemberian obat antidepressan. Di luar negri, seorang psikologi pun dapat memberikan resep obat, namun dengan syarat telah menyelesaikan pendidikan psikologi klinis dan memenuhi program pendidikan atau pelatihan tambahan khusus.

Dari 2 bidang tersebut dapat disimpulkan pula bahwa gangguan kejiwaan merupakan jembatan penghubung antara psikologi klinis dan psikiatri. (Windy)

Sumber:

Sarwono, Sarlito W. 2012. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Press

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *